pulang

aprian - June 15th, 2008

kemanapun aku pergi, pada akhirnya aku akan pulang …. padamu

8 Kata

30-2-1

aprian - April 27th, 2008

Bola diletakkan wasit tepat 11 meter dari garis gawang. Sebuah penalti. Michael Ballack dari Chelsea telah bersiap-siap untuk melakukan tendangan. Aku hanya diam, mengatupkan telapak tanganku dan berdoa agar penalti ini tidak menjadi sebuah gol.

Van De Sar bergerak ke kiri tapi bola diarahkan ke kanan oleh Ballack. GOLL!. 2 -1 untuk keunggulan Chelsea atas Manchester United

Para pendukung Manchester United pasti kecewa atas gol ini dan mungkin juga tidak terima atas terjadinya penalti ini. Begitu juga aku.

Pertandingan hanya tersisa beberapa menit lagi dari waktu normal ditambah dengan injury time selama 5 menit. MU memang memiliki beberapa peluang lagi setelah itu, tapi semua berhasil diselamatkan tepat di garis gawang. “Sial!” umpatku.

Wasit meniupkan peluit terakhirnya tepat pada menit ke 95. Manchester United kalah!

Aku menutup wajahku dengan kedua tanganku dan terduduk lemas. Kalau saja MU menang, maka malam minggu ini adalah malam perayaan kemenangan ke-10 Alex Ferguson sebagai manajer dalam menjuarai Liga Inggris. Tapi semua tidak sesuai skenario, MU harus menunda perayaannya. Masih ada 2 pertandingan penentuan lagi. Sekali MU kalah ataupun seri, peluang untuk juara liga akan hilang di depan mata.

***

Selamat ulang tahun ya..”. 27 April, pukul 00.00 WITA, beberapa teman-temanku mulai menelpon dan sms untuk mengucapkannya. Aku berterima kasih atas semua ucapan dan doa-doa yang diberikan padaku. Tapi Jujur saja aku tidak begitu antusias terhadap ulang tahunku ini. Aku merasa hari ini sama seperti hari-hari yang lain. Tak ada yang istimewa.

Beberapa hari sebelumnya aku berharap MU menang melawan Chelsea dan menjadi juara liga inggris dan itu akan menjadi kado ulang tahun yang indah buatku. Tapi ternyata tidak…

Jadi, hari ini bukanlah hari yang indah buatku…. berumur 30 dan MU kalah.

13 Kata

beautiful life

aprian - March 25th, 2008

What makes life beautiful if all the good things are gone? ….

11 Kata

Menunggu

aprian - November 23rd, 2007

Lagi apa loe?

Menunggu” jawabnya singkat.

Spontan aku melihat sekitarku, memastikan ada mahluk, benda atau apapun yang mendekat yang layak untuk ditunggu.

Loe nungguin apa?

Gak tahu” jawabnya singkat lagi.

Maksud loe?“. Rasanya aneh menunggu sesuatu yang kita tidak tahu apa bentuk atau wujudnya. Kalau menunggu sesuatu yang datang tapi terlambat masih wajar, tapi ini…

Gue ngerasa gue harus nunggu sekarang. Tapi gue juga gak tahu kenapa gue harus nunggu, siapa yang gue tunggu dan sampai kapan gue bakal nunggu“.

Bumi memang sedang mengalami pemanasan global, tapi sepertinya otak teman baikku ini sudah terlebih dahulu mengalami pemanasan global.

Ok…” sahutku berusaha untuk mencerna alasannya. Mungkin ada alasan waras tingkat tinggi yang tidak terjamah oleh otakku yang daya cernanya kurang.

Salah ya?. Loe gak bisa buktiin gue salah kan? Dan gue juga gak bisa buktiin gue benar. Ya kan?. Jadi menurut loe apa yang gue musti lakuin?

Percaya” jawabku

Yak! Itu yang gue lakuin. Gue cuma bisa percaya bahwa yang gue lakuin benar. Kalopun salah … ya anggap aja gue melakukan salah satu hal bodoh lainnya. Toh gue gak mengganggu hidup orang lain dan gue juga gak menyebarkan aliran sesat…hehehehe

Hehehhe.. gebleg!“.

Tapi ia benar, kalau saja ada dukun yang bisa menerawang dan memberi jawaban, mungkin dia takkan melakukan hal bodoh ini. Tapi masalahnya kita tak tahu jawabannya. Satu-satunya jalan adalah menjalani apa yang kita percayai saat ini dan mencoba mencari jawabannya sendiri. Seperti sebuah pembelajaran spritual. Dan juga, toh hidup itu sendiri adalah tentang menunggu. Apa salahnya menunggu lagi walaupun itu terdengar bodoh.

Terus loe ngapain masih disini?” tanyanya padaku dengan pandangan penuh selidik.

Menunggu

Loe nunggu siapa?

Loe

Ngapain?

Itu gunanya teman bro, ada yang diajak melakukan hal-hal bodoh yang gak masuk akal kayak gini. Hahahahha

Hahahhahah…” kami tertawa berbarengan.

***

Dan kalian sedang menunggu siapa?

Now I was sitting waiting wishing
That you believed in superstitions
Then maybe you’d see the signs
But Lord knows that this world is cruel
And I ain’t the Lord, no I’m just a fool …… Jack Johson - Sitting Waiting Wishing

34 Kata

Joyfull

aprian - September 29th, 2007

Ke Citoz ya pak“.

Mau lewat tol?”.

Gak usah deh mas, jam segini lancar kok“.

Supir taxi bluebird ini menyapaku ramah. Selain mobil yang bersih dan relatif baru, yang aku sukai dari si burung biru ini adalah supirnya yang ramah dan senang bercerita.

Ramai mas hari ini?”

Ya begitulah pak. Namanya orang cari rejeki“.

Pertanyaan pembuka itu selalu kuajukan kalau aku menumpang taxi. Menyenangkan untuk berbincang-bincang dengan mereka. Banyak hal yang bisa dilihat dan digali. Dan sering tanya jawab basa basigini berubah menjadi ajang curhat. Ada yang curhat tentang kondisi di kampung halamannya, ada yang curhat tentang keluarganya, ada curhat tentang ideologi politis mereka, bahkan ada yang menangis curhat bagaimana anak perempuannya menikah tanpa memberi kabar padanya.

Aku tak bermaksud untuk mengorek-orek kehidupan orang lain ataupun untuk mau tahu urusan orang lain. Aku hanya ingin mendengar cerita mereka, melihat dunia dari sudut pandang orang lain dan terkadang aku hanya ingin membunuh waktu selama jam perjalanan.

Terima kasih aku telah diberi “jendela-jendela” untuk melihat dunia dan hidup dari sudut pandang yang beragam.

Joyful..

***

Terima kasih pak” sambil ku angsurkan uang 20-ribuan padanya. Dia tersenyum dan mengucapkan terima kasih.

Masih kurang 5 menit dari jam perjanjian. Aku berdiri di lobby sambil menunggu dan melihat-lihat. Salah satu kegemaranku adalah melihat keramaian, melihat orang melakukan aktifitas.

Mall ini adalah salah satu mall yang ramai. Siang dan malam sama ramainya. Siang banyak pegawai kantor atau bos-bos yang makan siang ataupun mengadakan meeting disini. Entah meeting atau meeting.

Ibu-ibu mengandeng anaknya, abg-abg putri yang lucu dan imut banyak bersliweran di sini. Malamnya juga begitu, ramai. Apalagi malam-minggu, sepertinya semua orang jakarta selatan makan malam disini. Tapi enaknya, “pemandangan”-nya indah. Setidaknya menunggu bukanlah hal yang membosankan jadinya.

Joyful

***

Mobil escudo ungu itu masih terjebak macet di pintu masuk mall ini. Menunggu giliran untuk masuk dan melewati lobby. Pengemudinya gadis muda cantik. Berbaju pink dengan cardigan pink yang lebih lembut. Rambutnya dibiarkan tergerai. Wajahnya sedikit cemberut, mungkin kesal menunggu antrian hanya untuk masuk ke mall ini.

Aku tersenyum melihatnya. Sebenarnya semua orang juga tampak cemberut untuk menunggu. Macet, hanya karena banyak mobil yang menaikkan dan menurunkan penumpang di lobby yang tak begitu besar ini. Rasanya orang-orang Jakarta ini perlu diberi bekal kesabaran lebih banyak lagi.

Jalur mulai sedikit bebas, mobil escudo itu makin mendekat ke lobby.

Aku berlari mendekati mobil itu, membuka pintu dan duduk di sebelah gadis itu.

Dah lama?” tanyanya.

Lumayan“. jawabku sambil tersenyum.

Siang yang panas dalam mobil ber-AC bersama gadis yang cantik.

Joyfull….

22 Kata